The Forever’S

Di suatu SMA di kawasan Jakarta, ada empat orang sahabat yang menyuakai aliran musik yang sama, mereka adalah Dandy, Ryan, Trisa, dan Adey. Mereka menyukai aliran musik rock n roll. Keempat remaja ini merupakan teman sekelas di SMA tersebut sejak kelas X11 IPS dan juga memiliki kesamaan ditinggal pergi jauh dari orang tua, walaupun mereka memiliki semuanya namun diri mereka merasa kesepian. Mereka selalu bersama-sama di sekolah maupun saat pulang sekolah, dan ketika itu dandy memiliki ide untuk membuat suatu band dengan beranggotakan teman-temannya itu. Dan akhirnya band itu pun tebentuk, dan bernama The Forever’s dengan personil Dandy Guitar/lead vocal, Trisa bass/lead vocal, Adey guitar melody, & Ryan pada Drum. Sejak itu mereka selalu mengasah permainannya di studio milik Dandy di waktu senggang. Di setiap acara sekolah/acara sekolah lain mereka pun selalu mengikuti audisi dan tampil di panggung yang ditonton oleh warga sekolah tersebut, dan sejak itu mereka menjadi dikenal oleh lapisan warga sekolah itu.
Namun saat UAN berlangsung mereka Vacum dari aktivitas Band The Forever’s. dan setelah lulus pun juga demikian, karena mereka semua sudah mengambil jalan kuliah yang berbeda-beda. Namun Ryan dan Adey berbeda, Ryan meneruskan usaha ayahnya untuk mengelola Café keluarga di kawasan Jakarta Pusat, sedangkan adey ia memiliki klinik gitar sendiri. Dandy dan Trisa meneruskan kuliah dan di tempat yang berbeda. Ketika 6 bulan tidak bertemu, Ryan mengumpulkan mereka semua di cafenya dan mengajak mereka untuk mengisi acara musik di cafenya tersebut, dan sejak itu The Forever’s mulai meneruskan aktivitas band nya kembali. Hari demi hari mereka lewati bersama lagi, dan Trisa yang menyukai Dandy sejak SMA selalu nyaman bisa bersama-sama kembali. Ketika liburan semester tiba, Dandy mendapat undangan untuk main di café, di kawasan Bandung. Saat itu ia pergi ke Café milik Ryan dan Adey dan Trisa pun juga ada disana, Dandy pun memberi tahu undangan tersebut. Adey setuju, namun Ryan tidak bisa ikut karena ia tidak bisa meninggalkan café miliknya, sedangkan Trisa belum minta izin karena ia adalah satu-satunya wanita di Band ini. Saat itu Dandy merasa bimbang, dan akhirnya Dandy memberanikan diri untuk meminta izin pada kaka Trisa, karena orang tuanya tinggal di Bali. Dengan penuh tanggung jawab Dandy dan Adey di izinkan untuk mengajak Trissa juga ke Bandung. Namun Dandy harus mencari orang untuk menggantikan posisi Ryan di Drum, dan orang tersebut jatuh pada teman SD Dandy, yang kebetulan dia juga tinggal dekat rumah Dandy, ia bernama Febrian.
Setelah Personil The Forever’s terkumpul kembali, mereka melanjutkan latihan dengan rutin. setelah tiga minggu latihan berlangsung waktu yang ditunggu telah datang, Dengan perlengkapan yang lengkap seperti Guitar, dan bass yang mereka bawa. Perjalanan The Forever’s di mulai dari Kereta menuju Bandung, sesampainya di kawasan Cihampelas bandung, mereka beristirahat dengan menyewa tempat penginapan yang tidak jauh dari café yang akan mereka kunjungi. Setalah makan malam, mereka bersiap-siap untuk menunjukan penampilan terbaik mereka dengan personil barunya. Saat Dandy dan Trisa menyanyikan lagu mereka, penonton di café tersebut terlihat terkagum oleh performance dari Dandy, setelah The Forever’s selesai memainkan lima lagu, tepukan tangan terdengar keras di dalam kafe itu, Dandy, Trisa, Adey dan Febri pun merasa bangga karena sudah menghibur seisi kafe di malam itu. Setelah mereka mendapat bayaran yang sesuai, mereka memutuskan untuk pergi melihat suasana malam kota Bandung, trisa merasa senang bisa terus bersama-sama Dandy dan yang lainnya, dengan penuh bercanda-canda seakan mereka lupa akan larutnya malam disana. Kurang lebih pukul 00.30 mereka baru pulang ke penginapan di cihampelas. Setelah bercerita lama Trisa merasa lelah dan tertidur, Dandy hanya tersenyum melihat trisa yang sudah tertidur. Dengan penuh tanggung jawab Dandy terus menjaga Trisa sampai ia tertidur. Kesokan paginya setelah selesai makan pagi, mereka bersiap-siap Dandy Trisa Adey dan Febri memutuskan untuk pergi mengelilingi kota Bandung Hingga Lembang, seakan mereka adalah Backpaker namun ryan tidak berada di sini mereka juga merasa sepi tanpa teman yang sudah lama dikenalnya, namun apa daya.
Seakan mereka lupa bahwa hari sudah sore, dan saat itu Dandy memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Dengan menaiki bus dari terminal Bandung, menuju Jakarta. Dengan penuh lelah Trisa tertidur di Bahu Dandy selama perjalan ke Jakarta.

Tentang dodipermadi

no comment
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s