KONSUMEN PERSEPEKTIF DAN SUDUT PANDANG

 

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

 Penyusunan laporan ini di buat untuk menguji ketrampilan, kekreatifan dan daya pikir mahasiswa dalam membuat suatu laporan ilmiah dari ide masing-masing mahasiswa. Sehingga menghasilkan suatu laporan yang dapat dinikmati oleh pembaca, dan untuk mendapatkan nilai yang baik, serta para mahasiswa dapat berperan aktif pada setiap penelitian yang bertujuan  mengasah kreativitas mahasiswa lainnya.

PERMASALAHAN

Pada laporan ini saya mengambil tema tentang perilaku konsumen. banyak hal yang dapat dibahas dari tema ini. Dan permasalahannya adalah perlindungan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya terhadap tindakan-tindakan produsen yang dapat merugikan konsumen. Maka dari itu saya tertarik untuk mengambil tema tersebut.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dam Tujuan di buatnya laporan ini agar para konsumen mendapatkan informasi dengan jelas mengenai produk-produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen. Sehingga konsumen dapat memperoleh barang konsumsi atau jasa sesuai dengan kebutuhannya dengan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.

1

2

LANDASAN TEORI

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard : Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.

Menurut Mowen :  Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa

Peter & Olson Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

HASIL ANALISIS DATA

1.1       Apa  Yang  Dimaksud  Dengan  Perilaku  Konsumen  :

Perilaku  konsumen  adalah  tindakan  yang  langsung  terlibat  dalam  mendapatkan, mengkonsumsi, dan  menghabiskan  produk  dan  jasa, Subjek  ini  dapat  dirancang  dari  beberapa  perspektif, (1) pengaruh konsumen (consumer  influence);  (2)  menyeluruh  (wholistic);  (3)  antarbudaya  (intercultural).

1. Persepektif  Pengaruh  Konsumen

Perilaku  konsumen  memiliki  kepentingan  khusus, berhasrat mempengaruhi atau  mengubah perilaku itu, termasuk mereka yang kepentingan utamanya adalah  pemasaran, pendidikan  dan perlindungan  konsumen,  serta  kebijakan  umum.  Pemasaran : Elemen  kunci dalam  definisi  ini  adalah  pertukaran  antara  pelanggan  dan penyuplai. Masing-masing pihak memberikan sesuatu yang bernilai kepada pihak lain dengan tujuan memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Dalam konteks pembelian yang normal, uang ditukar  dengan barang atau jasa yang diinginkan.

Perhatikan bahwa pelanggan terletak pada inti dari proses tersebut. Semua yang dilakukan penyuplai dalam hal produk, harga, promosi, dan distribusi (‘’bauran pemasaran” atau “marketing mix”) diadaptasikan dengan permintaan pasar. Pendidikan Dan Perlindungan Konsumen : Pihak lain pun ingin membentuk dan mempengaruhi perilaku konsumen, tetapi melakukannya dalam upaya membantu

3

4

konsumen membeli secara bijaksana. Melalui pendidikan, konsumen dapat diajarkan bagaimana mendeteksi adanya penipuan dan penyalahgunaan lain serta dibuat sadar akan obat yang ada dan peluang untuk memperbaiki. Begitu pula, siapa saja dapat mengambil manfaat dari wawasan yang lebih luas ke dalam strategi penghematan uang. Program pendidikan juga harus didasarkan pada penelitian terhadap motivasi dan perilaku bila program tersebut diharapkan relevan dengan dunia rill kehidupan konsumen. Kebijakan Publik : pendidikan saja tidak akan menjamin kesejahtraan konsumen. Dasar dari ekonomi usaha bebas (free-enterprise economy) adalah hak konsumen manapun untuk membuat pilihan yang terinformasi dan tidak terbatas dari suatu susunan alternatif. Bila hak ini dikurangi karena penyalahgunaan bisnis, konsensus masyarakat menegaskan bahwa pemerintah wajib mempengaruhi pilihan konsumen melalui pembatasan dalam kekuatan monopoli dan melalui pengekangan kecurangan dan praktek dagang lain yang tidak jujur. Undang-undang dan peraturan perlindungan konsumen terlalu sering didasarkan pada opini dari sekelompok kecil advokat. Hasilnya mungkin berupa kegiatan yang tidak efektif atau bahkan kontraproduktif. Manajerial bila fokus utama ditempatkan pada opini dari sekelompok kecil advokat. Hasilnya mungkin berupa kegiatan yang tidak efektif atau bahkan kontraproduktif. Sekarang ada kesadaran yang semakin berkembang bahwa kepercayaan yang lebih besar harus diletakan pada penelitian konsumen bila perlindungan konsumen diharapkan berfungsi seperti yang dimaksudkan.

2. Persepektif Yang Lebih Menyeluruh.

5

Ranah (domain) penelitian konsumen berada jauh diluar persepektif manajerial bila fokus utama ditempatkan pada konsumsi. Hirschman dan Holbrook, antara lain menyongkong dengan kuat bahwa keputusan pembelian hanyalah satu komponen kecil di dalam konstelasi kejadian-kejadian yang terlibat di dalam pengalaman konsumsi. Holbrook berpendapat bahwa inilah waktunya bagi para peneliti konsumen untuk mengambil konsumsi sebagai penekanan sentral dan memeriksa “semua segi dari nilai yang secara potensial diberikan ketika beberapa organisme hidup mendapatkan, menggunakan, atau menghabiskan produk apa pun yang dapat mencapai suatu tujuan, memenuhi suatu kebutuhan, atau memuaskan suatu keinginan. Proses keputusan itu sendiri menerima kepentingan sekunder.

Persepektif yang diperluas ini baru-baru ini direfleksikan di dalam literatur mengenai penelitian terhadap kesenangan estetika yang diperoleh dari konsumsi seni, musik, dan kegiatan nonmanfaat lain. Ini menjadi dikenal sebagai “konsumsi Hedonik” yang dijalankan semata-mata untuk kesenangan. Penelitian kerap memanfaatkan kuesioner maupun metode pengamatan manusia untuk mencapai pengertian yang lebih luas mengenai dampak kejadian konsumsi (consumption event)

Walaupun sebagian dari hasilnya mungkin juga memiliki makna manajerial, pengertian yang menyeluruh adalah tujuannya. Persepektif menyeluruh ini adalah perkembangan terbaru, dan baik jumlah yang menganut sudut pandang ini maupun jumlah yang dihasilkan dari publikasinya masih relatif kecil. Namun, hanya ada sedikit keraguan bahwa jumlahnya akan berkembang karena pentingnya pengertian

6

akan sifat perilaku manusia dan nilai-nilai di dalam arena kegiatan hidup yang berarti ini, di samping perhatian pragmatis para pemasar.

3. Persepektif Antarbudaya.

Bila kita harus memeriksa literatur, akan lebih mudah untuk mengasumsikan bahwa penelitian konsumen sangat penting hanya di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang. Hal ini jelas keliru. Di semua benua, ada perjuangan menuju perkembangan ekonomi dan kemadirian yang lebih besar. Bahkan di dalam negara sosialis seperti cina dan USSR, barang konsumen menjadi semakin penting. Sementara muncul masyarakat yang berorientasi konsumen, suatu menifestasi dini adalah kelas menegah dengan pendapatan sesudah pajak. Jika pembatasan politik tidak dikenakan, standar hidup yang naik menjadi perhatian yang dominan.

Inilah waktunya untuk meluaskan cakrawala di luar dunia barat dan memandang penelitian konsumen sebagai kebutuhan universal. Ini adalah karena kebutuhan dasar manusia bersifat universal, walaupun ada perbedaan budaya yang dalam dan tidak dapat disangkal di dalam pengungkapannya.

Menurut penelitian para ahli mengenai pengertian perilaku konsumen :

Engel, Blackwell dan Miniard : Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.

7

Menurut Mowen :  Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa

Peter & Olson Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi

Model Perilaku Konsumen.

Untuk menjelaskan perilaku pasar konsumen perlu dibangun model analisis yang memadai. Keputusan pembelian konsumen untuk membeli dan tidak membeli merupakan respons perilaku atas stimulan yang diterima konsumen. Model yang mendasarkan pada arus proses perilaku konsumen ini sering dikenal sebagai model rangsang tanggapan (stimulus respons model).

Stimulan yang merupakan masukan proses perilaku dibedakan atas rangsangan pemasaran dari perusahaan dan rangsangan dari lingkungan itu sendiri. Sedang proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor personal maupun sosial konsumen. Respons perilaku pasar konsumen sebagai faktor keluaran dapat merupakan keputusan pembelian dan pembelian selanjutnya atau tidak melakukan pembelian (menolak produk yang ditawarkan).

8

1.2       Pemikiran Yang Benar Tentang Konsumen :

Terdapat empat prinsip pengertian yang signifikan yaitu,

1. Konsumen Adalah Raja.

Untuk mengenali bahwa konsumen adalah raja, ia bukan bidak yang tidak dapat berpikir, yang dapat di mamipulasi semuanya oleh pembujuk komersial. Perilaku konsumen, biasanya, penuharti dan berorientasi tujuan. Produk dan jasa diterima atau ditolak berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup. Individu sanggup sepenuhnya mengabaikan semua yang dikatakan oleh pemasar.

2. Motivasi Dan Perilaku Konsumen Dapat Dimengerti Melalui Penelitian.

Perilaku konsumen adalah suatu proses, dan pembelian hanyalah satu tahap. Ada banyak pengaruh yang mendasari, berjajar dari motivasi internal hingga pengaruh sosial dari berbagai jenis. Namun, motivasi dan perilaku dapat dimengerti, walaupun secara tidak sempurna, melalui penelitian.

3. Perilaku Konsumen Dapat Dipengaruhi.

Kedaulatan konsumen menyajikan tantangan yang berat, tetapi pemasaran yang terampil dapat mempengaruhi baik motivasi maupun perilaku bila produk atau jasa yang ditawarkan didesain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Keberhasilan penjualan terjadi karena permintaan memang sudah ada atau masih laten dan menunggu aktivasi oleh tawaran pemasaran yang tepat.

9

4. Pengaruh Konsumen Sah Secara Sosial.

Kebutuhan konsumen adalah rill, dan ada manfaat yang tidak dapat disangkal dari produk atau jasa yang menawarkan kegunaan murni. Konsumen mendapatkan keuntungan sementara pada saat yang sama system ekonomi diberi tenaga. Ingat bahwa konsumen, bukan pemasar, yang menetapkan agenda untuk keseluruhan proses. Namun, tidak ada keraguan bahwa kecurangan, kekuatan monopoli, dan bentuk lain manipulasi dapat dan kerap memutuskan manfaat yang diterima. Kunci bagi legitimasi sosial adalah jaminan bahwa konsumen tetap memiliki kebebasan lengkap dan tanpa rintangan sepanjang prosesnya. Kebebasan ini diwujudkan ketika tidak ada sesuatu pun yang membujuk konsumen untuk bertindak dengan cara-cara yang akan disesalkan dan bahkan dipungkiri sesudah renungan yang lebih cermat.

Seleksi dan Saluran Distribusi.

Bagaimana dan dimana konsumen lebih suka membeli apa yang ditawarkan suatu perusahaan? Ini adalah pertanyaan yang dapat dijawab dengan melalui penelitian konsumen, sehingga meminimumkan risiko keputusan ditribusi yang keliru. Sebagai contoh didapatkan bahwa suatu pangsa besar wanita lebih suka membeli busana berkualitas desainer lewat pos, ketimbang melakukan investasi

waktu dalam berbelanja ke toko eceran. Melalui penelitian, perusahaan tersebut memanfaatkan sikap ini melalui penawaran produknya maupun periklanannya.

10

1.3       Penelitian Konsumen Sebagai Bidang Ilmu Yang  Dinamis

Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen : Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsen dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan diskusi untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan serta dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi ini dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba dari teori dan mencari tahu dalam  pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan (moving rate analysis).

11

Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai yang tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah produsen dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan kepada konsumen, tergantung pada permasalahan apa yang dihadapi oleh produsen tersebut.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

KESIMPULAN

Sebagai konsumen (pihak yang menghabiskan barang dan jasa) dalam memenuhi kebutuhannya harus tetap diperhatikan hal-hal yang mungkin dapat merugikannya, Selain itu kosumen harus dapat menghemat biaya agar tidak terjebak oleh bujukan produsen yang menawarkan barang atau jasanya.

12

DAFTAR PUSTAKA

 

Engel F James, 1994 Perilaku Konsumen. Binarupa Aksara

website.google.com

 

 

13

Tentang dodipermadi

no comment
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s