metode riset 2

Judul : Masalah Kependudukan di Indonesia

Tahun : 2011

Tema : Kependudukan di Indonesia

Latar belakang masalah

Sensus Penduduk
Berdasarkan peraturan pemerintah (No.6/1960; No.7/1960) Sensus penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun. Dalam pelaksanaannya, sensus penduduk menggunakan dua tahap, yaitu pencacahan lengkap dan pencacahan sampel.informasi yang lebih lengkap dikumpulkan dalam pencacahan sampel.
Pendekatan de jure dan de facto diterapkan untuk mencakup semua orang dalam area pencacahan. Mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap didekati dengan pendekatan de jure, dimana mereka dicatat sesuai dengan tempat tinggal mereka secara formal; sedangkan mereka yang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap didekati dengan pendekatan de facto dan dicatat dimana mereka berada. Semua anggota kedutaan besar dan keluarganya tidak tercakup dalam sensus.

Survey Penduduk Antar Sensus
Survey penduduk antar sensus dilaksanakan di pertengahan periode antara dua sensus penduduk. Rumah tangga terpilih di wawancarai guna mendapatkan informasi mengenai kondisi kependudukan misalnya fertilitas, mortalitas dan migrasi.

Survei Prevalensi Kontrasepsi Indonesia dan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
Sama dengan survei penduduk antar sensus, survei ini menghasilkan ukuran demografi, khususnya fertilitas, keluarga berencana dan mortalitas. Rumah tangga terpilih diwawancara untuk tujuan ini.

Cakupan
Sensus penduduk dan registrasi penduduk mencakup semua wilayah geografi Indonesia.Pada sensus penduduk 1971, informasi lengkap dikumpulkan dari 3.8 persen dari total rumah tangga kecuali timor timur, dimana pada tahun 1980 dan 1990 informasi yang sama dikumpulkan dari 5 persen dari total rumah tangga atau sekitar 2 juta rumah tangga. Pada tahun 1976, survei penduduk antar sensus mencakup sekitar 60 733 rumah tangga dari 26 propinsi, sementara pada tahun 1985 jumlah dari rumah tangga yang terpilih adalah 125 400 dari 27 propinsi di Indonesia.
Survei Prevalensi Kontrasepsi Indonesia (1987) mencakup 14000 rumah tangga. Propinsi dibagi ke dalam tiga tipe yaitu Jawa Bali, luar Jawa Bali I (DI Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan), dan bagian dari luar Jawa Bali II (Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara)

 
Contoh  Fenomena :Data Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980,1990,1995,2000,dan 2010

Provinsi

 

Penduduk

1971

1980

1990

1995

2000

2010*)

Aceh

2,008,595

2,611,271

3,416,156

3,847,583

3,930,905

4,494,410

Sumatera Utara

6,621,831

8,360,894

10,256,027

11,114,667

11,649,655

12,982,204

Sumatera Barat

2,793,196

3,406,816

4,000,207

4,323,170

4,248,931

4,846,909

R i a u

1,641,545

2,168,535

3,303,976

3,900,534

4,957,627

5,538,367

J a m b i

1,006,084

1,445,994

2,020,568

2,369,959

2,413,846

3,092,265

Sumatera Selatan

3,440,573

4,629,801

6,313,074

7,207,545

6,899,675

7,450,394

B e n g k u l u

519,316

768,064

1,179,122

1,409,117

1,567,432

1,715,518

L a m p u n g

2,777,008

4,624,785

6,017,573

6,657,759

6,741,439

7,608,405

Kep. Bangka Belitung

900,197

1,223,296

Kepulauan Riau

1,679,163

DKI Jakarta

4,579,303

6,503,449

8,259,266

9,112,652

8,389,443

9,607,787

Jawa Barat

21,623,529

27,453,525

35,384,352

39,206,787

35,729,537

43,053,732

Jawa Tengah

21,877,136

25,372,889

28,520,643

29,653,266

31,228,940

32,382,657

DI Yogyakarta

2,489,360

2,750,813

2,913,054

2,916,779

3,122,268

3,457,491

Jawa Timur

25,516,999

29,188,852

32,503,991

33,844,002

34,783,640

37,476,757

Banten

8,098,780

10,632,166

B a l i

2,120,322

2,469,930

2,777,811

2,895,649

3,151,162

3,890,757

Nusa Tenggara Barat

2,203,465

2,724,664

3,369,649

3,645,713

4,009,261

4,500,212

Nusa Tenggara Timur

2,295,287

2,737,166

3,268,644

3,577,472

3,952,279

4,683,827

Kalimantan Barat

2,019,936

2,486,068

3,229,153

3,635,730

4,034,198

4,395,983

Kalimantan Tengah

701,936

954,353

1,396,486

1,627,453

1,857,000

2,212,089

Kalimantan Selatan

1,699,105

2,064,649

2,597,572

2,893,477

2,985,240

3,626,616

Kalimantan Timur

733,797

1,218,016

1,876,663

2,314,183

2,455,120

3,553,143

Sulawesi Utara

1,718,543

2,115,384

2,478,119

2,649,093

2,012,098

2,270,596

Sulawesi Tengah

913,662

1,289,635

1,711,327

1,938,071

2,218,435

2,635,009

Sulawesi Selatan

5,180,576

6,062,212

6,981,646

7,558,368

8,059,627

8,034,776

Sulawesi Tenggara

714120

942,302

1,349,619

1,586,917

1,821,284

2,232,586

Gorontalo

835,044

1,040,164

Sulawesi Barat

1,158,651

M a l u k u

1,089,565

1,411,006

1,857,790

2,086,516

1,205,539

1,533,506

Maluku Utara

785,059

1,038,087

Papua Barat

760,422

Papua

923440

1,173,875

1,648,708

1,942,627

2,220,934

2,833,381

INDONESIA

119,208,229

147,490,298

179,378,946

194,754,808

206,264,595

237,641,326

Catatan : Temasuk Penghuni Tidak Tetap (Tuna Wisma, Pelaut, Rumah Perahu, dan Penduduk Ulang-alik/Ngelaju)
Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan Sensus Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995 

Survei Penduduk Antar Sensus

  1. Sensus Penduduk

Informasi yang biasa dikumpulkan dengan penghitungan lengkap misalnya nama, jenis kelamin dan umur, sedangkan informasi yang lebih detail seperti hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendidikan, kelahiran, perpindahan, dan informasi tentang kondisi rumah dikumpulkan dengan menggunakan penghitungan sampel.

  1. Survei Penduduk Antar Sensus

Informasi yang dikumpulkan dari survei ini sebagian besar adalah sama dengan yang dikumpulkan dengan menggunakan penghitungan sampel dari sensus penduduk menyangkut kelahiran dan kematian.

  1. Survei Prevalensi Kontrasepsi Indonesia and Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia

DAlam dua survei ini, informasi tentang kelahiran, kematian, kesehatan dan keluarga berencana adalah yang paling utama diperhatikan. Dengan memperhatikan kelahiran, survei ini mengumpulkan informasi tentang latar belakang responden, sejarah kelahiran, preferensi kelahiran, pemberian ASI, pengetahuan dan praktek dari keluarga berencana, dan pekerjaan responden. Khususnya dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (1991, 1994), beberapa pertanyaan telah di tambahkan, misalnya perhatian ibu, kesehatan dan imunisasi BALITA, dan pada tahun 1994 survei dilakukan untuk mengumpulkan informasi untuk pengetahuan tentang AIDS dan kematian ibu, pengeluaran rumah tangga, dan ketersediaan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan.

  1. Registrasi Penduduk

Informasi dikumpulkan dalam registrasi penduduk adalah kejadian vital seperti kelahiran, kematian dan migrasi, yang dialami oleh individu tertentu atau rumah tangga dan dilaporkan pada perangkat desa.

Riset Terdahulu :

–  Menurut  dhiek (2011) :

Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia disebut penduduk Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk yang diadakan setiap 10 tahun sekali, diperoleh data jumlah penduduk Indonesia sebagai berikut :
a. Tahun 1961 = 97,1 juta jiwa
b. Tahun 1971 = 119,2 juta jiwa
c. Tahun 1980 = 147,5 juta jiwa
d. Tahun 1990 = 179.321.641 juta jiwa
e. Tahun 2004 = 238.452 juta jiwa
Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penyebarluasan data kependudukan. Jumlah penduduk ditentukan oleh :
a. Angka kelahiran;
b. Angka kematian
c. Perpindahan penduduk, yang meliputi :
1. Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
2. Reurbanisasi, yaitu perpindahan penduduk kembali ke desa.
3. Emgrasi, yaitu perpindahan penduduk ke luar negeri.
4. Imigrasi, yaitu perpindahian penduduk dari luar negeri ke dalamnegeri.
5. Remigrasi, yaitu perpindahan penduduk kembali ke negara asal.
6. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari satu pulau kepulau lain dalam satu negara.
Untuk mengatasi kepadatan penduduk, pemerintah menggalakkan program transmigrasi. Adapun jenis-jenis transmigrasi yang ada adalah :
1. Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung pemerintah ditujukan untuk penduduk yang memenuhi syarat.
2. Transmigrasi spontan/swakarsa, yaitu transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung sendiri. Pemerintah hanya menyediakan lahan pertanian dan rumah.
3. Transmigrasi lokal, yaitu transmigrasi yang dilakukan dalam satu wilayah provinsi.
4. Transmigrasi khusus/sektoral, yaitu transmigrasi yang dilakukan karena penduduk terkena bencana alam.
5. Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa berikut pejabat-pejabat pemerintahan desa.
Jumlah penduduk di Indonesia memang tidak sebanyak di Cina yang hampir mencapai 1.3 miliar, namun sama saja di Indonesia juga mengalami peningkatan bahkan telah mencapai 200 juta orang lebih. Agung Laksono, Ketua DPR, menjelaskan bahwa sekarang ini jumlah penduduk di Indonesia mencapai 220 juta jiwa, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 247.5 juta orang di tahun 2015 dan mungkin bisa mencapai lebih dari 273 juta jiwa pada tahun 2025 mendatang.

–            Menurut Hendri T.R

Kependudukan & Demografi

Dalam artian harfiah, kependudukan itu adalah hal yang berkaitan dengan jumlah, ciri utama, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi, kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan penduduk tersebut. Dan, demografi itu adalah sebuah Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk dan perubahan-perubahannya sepanjang masa melalui bekerjanya 5 komponen demografi yaitu : Kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.
Demografi itu memiliki 3 variabel yang sangat penting dan  berkaitan, yaitu :
1. Fertilisas, yaitu angka kelahiran..
2. Mortalitas, yaitu angka kematian..
3. Mobilitas, yaitu angka perpindahan penduduk (transmigrasi).
Dan sisanya di dalam kependudukan, bisa dibilang sebagai Variabel non-demografi, seperti :
1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Kemiskinan
4. Ekonomi
5. Sosial, dll

Maka demografi juga bisa diartikan sebagai mempelajari segala sesuatu dari keadaan sikap manusia yang dapat diukur. Demografi mempelajarin aspek kependudukan yang statis dan dinamis.
Aspek Statis dan dinamis saling mempengaruhi, contoh : tingginya tingkat fertilitas berpengaruh terhadap struktur penduduk.
Demografi tidak mempelajari penduduk sebagai individu, tetapi sebagai kmpulan (aggregates atau collection).
Penduduk dalam kajian demografi : sekumpulan orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah.
Kependudukan lebih luas dari kajian demografi formal, karena mempelajari struktur dan proses kependudukan. Kependudukan dan Demografi sangat erat kaitannya dengan Statistik, maka jika kita ingin memperdalam Kependudukan dan Demografi, mari kita pelajari tentang Statistik dan penghitungan matematiknya.

–       Menurut Suprafto :

Menurut Suprafto kependudukan masih jadi masalah utama,  anggota Komisi IX DPR-RI Surya Chandra Surapaty, menyatakan, perkembangan kependudukan masih menjadi masalah utama di Indonesia. Faktanya, laju pertambahan penduduk tetap tinggi, kematian anak dan ibu tetap tinggi, akses terhadap layanan kesehatan dan keluarga berencana (KB) masih kurang, kualitas penduduk menurun dan memprihatinkan.
“Penduduk sebagai modal dasar dan factor dominan pembangunan. Namun pada kenyataannya belum menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Jumlah penduduk yang besar, pertambahan cepat dan kualitas yang rendah akan menghambat proses pembangunan. tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga harus mendapatkan perhatian khusus dalam rangka pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Motivasi Penelitian :

–       Berdasarkan dari fenomena dari riset terdahulu dari dhiek (2011), menurutnya berdasarkan sensus penduduk yang diadakan 10 tahun sekali, diperoleh data penduduk Indonesia terakhir tahun 2004 sebesar 238.452 juta jiwa. Jumlah penduduk ditentukan oleh Angka kelahiran,  Angka kematian, dan Perpindahan penduduk. Untuk mengatasi kepadatan penduduk pemerintah menggalakan program transmigrasi. sekarang ini jumlah penduduk di Indonesia sangat padat, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 247.5 juta orang di tahun 2015 dan mungkin bisa mencapai lebih dari 273 juta jiwa pada tahun 2025 mendatang.

–       Serta riset terdahulu dari Hendri T.R (2011) yang berkaitan dengan jumlah penduduk seperti, ciri utama pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi, kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan penduduk

–       Serta rekomendasi penelitian lanjutan dari suprafto (2011) : menurutnya perkembangan kependudukan masih menjadi masalah utama di Indonesia. Faktanya, laju pertambahan penduduk tetap tinggi, kematian anak dan ibu tetap tinggi, akses terhadap layanan kesehatan dan keluarga berencana (KB) masih kurang, kualitas penduduk menurun dan memprihatinkan. Dan menurutnya perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga harus mendapatkan perhatian khusus dalam rangka pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Perumusan Masalah :

1. Masalah : kepadatan penduduk masih menjadi masalah pokok di Indonesia, hal tersebut sangat dapat mempengaruhi sektor sosial ekonomi, antara lain dibidang pendidikan, kesempatan kerja, dan kesejahtraan.  

2. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis faktor-faktor penyebab pertambahan tingkat  penduduk setiap tahunnya baik penduduk di setiap provinsi maupun jumlah penduduk secara keseluruhan. Dari hasil penelitian ini diambil suatu kebijakan yang dapat memperbaiki tingkat kesejahtraan rakyat dan dapat menekan jumlah penduduk. Contohnya : menunda kelahiran, menjalankan program KB, dan menciptakan lapangan kerja.

Daftar Pustaka :

Website , Wikipedia.com

Website, BPS.com

Website, BKKBN.go.id

Blog, Suprafto,2011

Blog,Hendri T.R,2011

Blog, dhiek,2011

Tentang dodipermadi

no comment
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s