PENGEMBANGAN PROGRAM OVOP DI INDONESIA

KEMENTERIAN Koperasi dan UKM kini tengah menggalakkan program One Village One Product  yaitu kebijakan yang diadaptasi dari negeri jepang yang bertujuan untuk menproduksi produk terpilih dengan nilai tambah yang tinggi. Satu desa satu produk dan pokok menghasilkan produk yang kompetitif sebagai usaha untuk memperoleh penjualan pendapatan untuk meningkatkan standar hidup bagi penduduk desa itu.

.Dengan nilai tambah lebih untuk menambah daya saing UMKM di dunia Internasional. Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan ditemui usai Raker dengan Komisi VI, Senin (20/9) di Jakarta.Dia menjelaskan maksud program ini adalah menambah nilai jual dengan produk yang lebih berkualitas. “Maksudnya begini, setiap ada produsen di suatu daerah, kalau produksi barang jangan cepat-cepat menjual karena banyaknya permintaan konsumen, jadi kalau bisa barang tersebut dibuat nilai tambah yang lebih, misal packaging diperbaiki, produknya lebih bagus,” katanya.Nilai tambah itu diperlukan agar produk yang dihasilkan bernilai tinggi dengan cara di proses berulang kali sebelum dijual. “Kalau produk itu sudah ada, diproses dulu sebelum dijual, sehingga nilai tambah semakin tinggi dan nilai jual juga semakin tinggi,” kata dia.Barang yang sudah siap jual itu, harus di-packaging lagi, sehingga menjadi nilai tambah berkali-kali lipat. “Nah kalau berkali-kali seperti ini, multiplayer semakin banyak dan nilai jual semakin tinggi, produknya pun bisa bermacam-macam,” katanya.Diharapkan dengan program One Village One Product kehidupan petani bisa semakin baik. “Semoga anggaran dana ini dapat disalurkan pada masyarakat sehingga tujuan UKM dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujarnya.Sementara terkait rencana penambahan anggaran pagu sementara tahun 2011 yang mencapai Rp828,6 miliar, Menteri Koperasi dan UKM tetap yakin dan optimistis kalau RAPBN2011 Kementerian Koperasi dan UKM akan disetujui.Ketika ditanya mengenai kemungkinan terburuk, Syarief Hasan tetap optimistis akan rencana penambahan kredit sementara 2011 menjadi Rp1,661 triliun

Tentang dodipermadi

no comment
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s