“Kenaikan Harga Kedelai Mengancam Ketahanan Pangan

Bab I

Pendahuluan

1.1.LATAR BELAKANG

Penyusunan laporan ini saya buat untuk menguji ketrampilan, kekreatifan dan daya    pikir mahasiswa dalam membuat laporan dari ide masing-masing mahasiswa. Sehingga menghasilkan suatu laporan yang dapat dinikmati oleh pembaca, dan untuk mendapatkan nilai yang baik, serta para mahasiswa dapat berperan aktif pada setiap penelitian yang bertujuan  mengasah kreativitas mahasiswa lainnya.

1.2 . TUJUAN

Tujuan di buatnya laporan ini agar para mahasiswa dapat mengerti tentang “Kenaikan Harga Kedelai Mengancam Ketahanan Pangan”. Dari data yang saya dapat, kini harga kedelai mengancam ketahanan pangan, karena kenaikan harga kedelai yang melonjak naik, seperti misalnya  industri minuman kedelai dapat berpengaruh terhadap naiknya harga kedelai tersebut, maka akan berakibat daya beli masyarakat akan kedelai dapat berkurang, kedelai merupakan bahan baku pokok yang penting, seperti membuat bahan pangan tahu dan tempe, harus memerlukan bahan baku kedelai, dengan naiknya harga kedelai, maka harga tempe dan tahu dapat melonjak naik dikarenakan harga kedelai yang naik.

Bab ll

Isi

2.1.  Hasil Analisis Data.

JAKARTA, KOMPAS.com — Industri dalam negeri yang menggunakan bahan baku kedelai semakin waswas belakangan ini. Pasalnya, harga kedelai di pasar internasional terus melonjak. Di Chicago Board of Trade (CBOT), misalnya, menurut Bloomberg harga kedelai hari Selasa (8/2/2011) untuk pengiriman Maret 2011 naik menjadi 14,35 dollar AS per bushel (27,2 kilogram). Bandingkan dengan harga rata-rata kedelai di bulan Januari 14,13 per bushel dollar AS. Harga kedelai terus melonjak sejak Juli tahun lalu. Waktu itu, harga kedelai rata-rata 10,13 dollar AS per bushel. Pada bulan-bulan sebelumnya, harga kedelai itu relatif stabil di kisaran 9,0 dollar AS per bushel.

Hingga kini, harga kedelai tersebut tidak kunjung turun, bahkan cenderung naik. Maka tidak aneh kalau industri berbasis kedelai harus menaikkan harga jual produknya. Menurut Benny Kusbini, Ketua Dewan Kedelai Nasional, kenaikan harga kedelai di pasar dunia terjadi karena adanya gagal panen di negara-negara produsen. Selain itu, kata Benny, harga meningkat lantaran kedelai juga digunakan sebagai bahan baku biofuel. “Akibatnya, permintaan kedelai melonjak, sementara pasokan terus berkurang,” katanya. Salah satu industri yang terkena dampak kenaikan harga kedelai itu adalah industri minuman sari kedelai. Saat ini, mereka merancang untuk menaikan harga jual sari kedelai untuk menyesuaikan dengan biaya produksi yang naik.

Suroso Natakusumah, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), mengatakan, kalangan industri minuman dari kedelai akan menaikan harga produk sari kedelai hingga 10 persen . “Kalau harga kedelai terus naik lagi, kami tidak punya pilihan selain menaikkan harga lagi,” ujar Suroso kepada KONTAN. Sekadar catatan, minuman sari kedelai itu biasa dijual kiloan atau dikemas dalam botol berbagai ukuran. Harga minuman sari kedelai kiloan biasanya bervariasi dari harga Rp 40.000- Rp 50.000 per kilogram. Dengan rencana kenaikan sebesar 10 persen, maka harga minuman sari kedelai bisa naik menjadi Rp 44.000-Rp 55.000 per kilogram. Ketika ditanya kapan produsen akan menaikkan harga jual produk berbahan kedelai, Suroso belum mau merincinya. Ia cuma berkata, kenaikan itu akan dilakukan tahun ini. “Kenaikan harga itu di semester I ini,” imbuhnya. Namun dia berharap, harga kedelai segera turun. Dengan demikian, tidak perlu ada kenaikan harga. Benny memaklumi kenaikan harga produk turunan kedelai. Menurut dia, kenaikan harga industri turunan sudah konsekuensi dari kenaikan harga kedelai dunia.Industri turunan kedelai, paparnya, harus bisa menerima kenaikan harga itu karena sebelumnya Organisasi Pangan Dunia (FAO) sudah memberi peringatan soal terbatasnya pasokan kedelai tahun ini

BAB III

Penutup

3.1. Kesimpulan

Dari hasil data yang saya telusuri atas, “Kenaikan Harga Kedelai Mengancam Ketahanan Pangan”. Ada banyak bermacam-macam kejadian. Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa kedelai merupakan bahan baku pangan yang berperan penting dalam suatu industri pangan, dan dari segi yang lain diharapkan harga kedelai dapat kembali normal, agar daya beli konsumen kedelai dapat kembali normal dan kedelai dapat dikonsumsi oleh para konsumennya.

3.2 DAFTAR PUSTAKA.

Website,Google.com                                                                                                                            Jakarta, Kompas .com                               

Sumber : website. google,

Makalah dodi permadi

About these ads

Tentang dodipermadi

no comment
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s